Sahabat (Wikipedia)
illustration : sahabat-sejati.jpg
Kata "sahabat" berasal dari bahasa
Arab shahabah (ash-shahaabah, الصحابه) yang pada mulanya
merujuk pada sahabat Nabi. Persahabatan atau pertemanan adalah
istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua
atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang
khas dalam hubungan antar pribadi.
Dalam pengertian ini, istilah
"persahabatan" menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan
menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme. Seleramereka biasanya serupa dan mungkin saling
bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai.
Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong
dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang
berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali
tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan
merugikan atau menyakiti mereka.
Nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang
dihasilkan ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten:
a.
kecenderungan untuk menginginkan apa yang terbaik bagi satu sama
lain.
b. simpati dan empati.
c. kejujuran, barangkali dalam keadaan-keadaan yang sulit bagi orang lain untuk mengucapkan kebenaran.
d. saling pengertian.
b. simpati dan empati.
c. kejujuran, barangkali dalam keadaan-keadaan yang sulit bagi orang lain untuk mengucapkan kebenaran.
d. saling pengertian.
Seringkali ada anggapan bahwa sahabat sejati
sanggup mengungkapkan perasaan-perasaan yang terdalam, yang mungkin
tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat sulit,
ketika mereka datang untuk menolong.
Dibandingkan dengan hubungan pribadi,
persahabatan dianggap lebih dekat daripada sekadar kenalan, meskipun dalam
persahabatan atau hubungan antar kenalan terdapat tingkatkeintiman yang
berbeda-beda. Bagi banyak orang, persahabatan dan hubungan antar kenalan
terdapat dalam kontinum yang sama.
Disiplin-disiplin utama yang mempelajari
persahabatan adalah sosiologi, antropologi dan zoologi. Berbagai
teori tentang persahabatan telah dikemukakan, di antaranya adalahpsikologi
sosial, teori pertukaran sosial, teori
keadilan, dialektika relasional, dan tingkat keakraban.
Di masa kecil, persahabatan seringkali
didasarkan pada pembagian mainan, dan kenikmatan yang diperoleh dari melakukan
kegiatan bersama-sama. Persahabatan tersebut dipertahankan melalui kasih
sayang, berbagi, dan bermain kreatif. Sementara berbagi sulit bagi anak-anak
pada usia ini, mereka lebih cenderung untuk berbagi dengan seseorang yang
mereka anggap sebagai teman.
Sebagai anak remaja, mereka menjadi kurang
individual dan lebih memperdulikan orang lain . Mereka mulai melihat
teman-teman mereka sudut pandang, dan menikmati bermain dalam kelompok. Mereka
juga mengalami sebaya penolakan ketika mereka bergerak melalui masa remaja.
Membangun persahabatan yang baik pada usia muda membantu anak untuk lebih baik
menyesuaikan diri dalam masyarakat di kemudian hari dalam hidup mereka.
Dalam sebuah penelitian tahun 1975, [6] Bigelow
dan La Gaipa menemukan bahwa harapan untuk "teman terbaik" menjadi
semakin kompleks jika seorang anak semakin dewasa. Studi ini meneliti kriteria
seperti dalam sampel dari 480 anak-anak antara usia enam dan empat belas.
Temuan mereka menyoroti tiga tahap perkembangan dalam harapan persahabatan.
Pada tahap pertama, anak-anak menekankan kegiatan berbagi dan pentingnya
kedekatan geografis. Dalam kedua, mereka lebih menekankan untuk berbagi,
loyalitas dan komitmen. Pada tahap akhir, mereka semakin meinginkan sikap yang
sama, nilai-nilai dan kepentingan.
Menurut Berndt, persahabatan adalah hadiah yang
luar bisasa bagi remaja dalam perilaku prososial, keintiman, dan fitur positif
lainnya, tetapi mereka terganggu dengan persahabatan yang tinggi dalam konflik,
dominasi, persaingan, dan fitur negatif lainnya. Persahabatan berkualitas
tinggi sering diasumsikan memiliki efek positif pada banyak aspek pembangunan
sikap sosial anak-anak. Manfaat yang dirasakan dari persahabatan tersebut
meliputi peningkatan keberhasilan sosial, tetapi mereka tampaknya tidak
mempengaruhi harga diri anak-anak pada umumnya.
Sejumlah penelitian dengan orang dewasa justru
menunjukkan bahwa persahabatan dan hubungan mendukung lainnya yang meningkatkan
harga diri. Potensi manfaat lain dari persahabatan lainnya yaitu kesempatan
untuk belajar tentang empati dan kemampuan memecahkan masalah. Pembinaan dari
orang tua dapat berguna dalam membantu anak-anak untuk membuat persahabatan.
Eileen Kennedy-Moore menjelaskan tiga unsur utama pembentukan persahabatan
anak-anak:
- 1.
Keterbukaan,
- 2.
Kesamaan, dan
- 3.
Berbagi kesenangan.
Orang tua juga dapat membantu anak-anak memahami pedoman sosial
mereka sebelum mereka belajar sendiri. Tergambar dari penelitian oleh Robert
Selman, dan lain-lain, Kennedy-Moore menguraikan tahap perkembangan dalam
persahabatan anak-anak, yang mencerminkan peningkatan kapasitas untuk memahami
perspektif orang lain: "I Want It My Way", "What's In It For
Me?", "By the Rules", "Caring and Sharing", dan
"Friends Through Thick and Thin."












0 komentar: