Sahabat (Wikipedia)

17.24 Unknown 0 Comments


illustration : sahabat-sejati.jpg

Kata "sahabat" berasal dari bahasa Arab shahabah (ash-shahaabah, الصحابه) yang pada mulanya merujuk pada sahabat Nabi. Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi. 

Dalam pengertian ini, istilah "persahabatan" menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuanpenghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme. Seleramereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. 

Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.

Nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang dihasilkan ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten:

a. kecenderungan untuk menginginkan apa yang terbaik bagi satu sama lain.
b. simpati dan empati.
c. kejujuran, barangkali dalam keadaan-keadaan yang sulit bagi orang lain untuk mengucapkan kebenaran.
d. saling pengertian.


Seringkali ada anggapan bahwa sahabat sejati sanggup mengungkapkan perasaan-perasaan yang terdalam, yang mungkin tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat sulit, ketika mereka datang untuk menolong.

 Dibandingkan dengan hubungan pribadi, persahabatan dianggap lebih dekat daripada sekadar kenalan, meskipun dalam persahabatan atau hubungan antar kenalan terdapat tingkatkeintiman yang berbeda-beda. Bagi banyak orang, persahabatan dan hubungan antar kenalan terdapat dalam kontinum yang sama.

Disiplin-disiplin utama yang mempelajari persahabatan adalah sosiologi, antropologi dan zoologi. Berbagai teori tentang persahabatan telah dikemukakan, di antaranya adalahpsikologi sosial, teori pertukaran sosial, teori keadilan, dialektika relasional, dan tingkat keakraban.

Di masa kecil, persahabatan seringkali didasarkan pada pembagian mainan, dan kenikmatan yang diperoleh dari melakukan kegiatan bersama-sama. Persahabatan tersebut dipertahankan melalui kasih sayang, berbagi, dan bermain kreatif. Sementara berbagi sulit bagi anak-anak pada usia ini, mereka lebih cenderung untuk berbagi dengan seseorang yang mereka anggap sebagai teman.

Sebagai anak remaja, mereka menjadi kurang individual dan lebih memperdulikan orang lain . Mereka mulai melihat teman-teman mereka sudut pandang, dan menikmati bermain dalam kelompok. Mereka juga mengalami sebaya penolakan ketika mereka bergerak melalui masa remaja. Membangun persahabatan yang baik pada usia muda membantu anak untuk lebih baik menyesuaikan diri dalam masyarakat di kemudian hari dalam hidup mereka.

Dalam sebuah penelitian tahun 1975, [6] Bigelow dan La Gaipa menemukan bahwa harapan untuk "teman terbaik" menjadi semakin kompleks jika seorang anak semakin dewasa. Studi ini meneliti kriteria seperti dalam sampel dari 480 anak-anak antara usia enam dan empat belas. Temuan mereka menyoroti tiga tahap perkembangan dalam harapan persahabatan. Pada tahap pertama, anak-anak menekankan kegiatan berbagi dan pentingnya kedekatan geografis. Dalam kedua, mereka lebih menekankan untuk berbagi, loyalitas dan komitmen. Pada tahap akhir, mereka semakin meinginkan sikap yang sama, nilai-nilai dan kepentingan.

Menurut Berndt, persahabatan adalah hadiah yang luar bisasa bagi remaja dalam perilaku prososial, keintiman, dan fitur positif lainnya, tetapi mereka terganggu dengan persahabatan yang tinggi dalam konflik, dominasi, persaingan, dan fitur negatif lainnya. Persahabatan berkualitas tinggi sering diasumsikan memiliki efek positif pada banyak aspek pembangunan sikap sosial anak-anak. Manfaat yang dirasakan dari persahabatan tersebut meliputi peningkatan keberhasilan sosial, tetapi mereka tampaknya tidak mempengaruhi harga diri anak-anak pada umumnya.

Sejumlah penelitian dengan orang dewasa justru menunjukkan bahwa persahabatan dan hubungan mendukung lainnya yang meningkatkan harga diri. Potensi manfaat lain dari persahabatan lainnya yaitu kesempatan untuk belajar tentang empati dan kemampuan memecahkan masalah. Pembinaan dari orang tua dapat berguna dalam membantu anak-anak untuk membuat persahabatan. Eileen Kennedy-Moore menjelaskan tiga unsur utama pembentukan persahabatan anak-anak:
  • 1. Keterbukaan,
  • 2. Kesamaan, dan
  • 3. Berbagi kesenangan.
Orang tua juga dapat membantu anak-anak memahami pedoman sosial mereka sebelum mereka belajar sendiri. Tergambar dari penelitian oleh Robert Selman, dan lain-lain, Kennedy-Moore menguraikan tahap perkembangan dalam persahabatan anak-anak, yang mencerminkan peningkatan kapasitas untuk memahami perspektif orang lain: "I Want It My Way", "What's In It For Me?", "By the Rules", "Caring and Sharing", dan "Friends Through Thick and Thin."

0 komentar: